| Makan siang bersama : Es Tawuran |
Minggu, 13 Oktober 2013
PPL : Introduction
Selasa, 09 Juli 2013
Kalimat terbaik dari Sahabat
Sabtu, 08 Juni 2013
Pare, All the way live
![]() |
| Lokasi : Gumul, Kediri- Jawa Timur |
Jumat, 07 Juni 2013
Malaikat-malaikat Kecil Tanpa Dosa
Kamis, 24 Januari 2013
Dibalik nama 'Tuti Alawiyah'
Rabu, 23 Januari 2013
Goretanku untuk Al-Muhajirin
Sabtu, 22 Desember 2012
Sepucuk Surat Kasih untuk Ibuku terkasih
Teruntuk ibuku tersayang...
Kuharap ketika engkau membaca surat ini, kau akan mengerti atas diamku selama ini, ibu..Ibuku yang menjadi perisai jiwaku...
Kau tahu, aku mencintai dirimu lebih dari aku menyayangi diriku sendiri, mungkin terdengar amat basi ketika seorang anak yang mengutarakan betapa dirinya mencintai ibunya, namun dari lubuk hati dan jiwa terdalam aku ingin kau tahu bahwa kau adalah nafas dan darahku, ibu..
Maafkan aku, mungkin dapat terhitung dengan jemari seberapa sering aku mengatakan secara langsung ‘aku menyayangimu ibu’. Maafkan aku.. Dengan diamku itu, sesungguhnya aku begitu sayang padamu, begitu ingin membuatmu bahagia..
Ibuku yang tak beranjak meski malam telah lenyap...‘Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia’. Aku selalu berkaca-kaca ketika menyanyikan sepenggal lagu itu, teringat dulu saat kita menyanyikan lagu itu waktu aku balita lalu kau mendekapku penuh makna. Ibu, terimakasih atas kesetiaanmu untuk selalu disampingku, menjagaku, menemaniku tak kenal waktu dan tak kenal lelah.. Kau memang begitu sempurna, bukan sekedar hujan yang hanya datang di selingan hari, bukan pula pelangi yang hanya muncul kala hujan telah usai.
Maafkan anakmu ini yang jauh dari akhlak, yang selalu lalai dari etika.. Tak terhitung banyaknya dosaku atas dirimu, ibu.. Aku ingat semasa aku kecil dulu, aku selalu marah ketika aku pulang sekolah dan aku menangis karena masakanmu yang tidak aku sukai. Aku memasang wajah kusut ketika kau menyuruhku saat aku tengah lelah sekali. Akupun terkadang meninggikan suaraku kala kau tak juga mengerti maksudku.
Sementara engkau...?
Kau satu-satunya orang yang berada disisiku ketika aku sakit, tak pernah lelah dan mengeluh meski kau harus menemaniku sampai akhirnya kau tak memiliki waktu tidur. Kau satu-satunya orang yang membelaku kala aku dirundung masalah dan semua orang menghakimiku.. Kau pun tak pernah meninggikan suaramu meski aku selalu membuatmu jengah.
Maafkan aku, ibu.. Sesungguhnya itu semua kekuranganku, kekhilafan anakmu yang tak tahu etika ini, namun aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, ibu..
Ibuku, lentera hidupku....Aku ingin membuatmu bahagia, bangga akanku. Saat ini di usiaku yang bukan anak-anak lagi, sejujurnya perjuanganku sejauh ini tak lain hanya ingin membahagiakan kau dan ayah.. Aku tak memikirkan tentang kebahagiaanku, yang selalu menjadi bahan renungan untuk maju adalah kau dan ayah..
Ibu.. saat kau terbaring sakit, aku menangis, berdo’a pada-Nya agar Dia memindahkan sakitmu itu pada ragaku. Mendengar rintihan sakitmu lebih dari sekedar sayatan pisau yang melukaiku. Akupun merasa sakit ketika aku melihat air matamu jatuh berlinangan, rasanya ingin sekali memukul seseorang yang telah menggoreskan luka dihatimu.
Menuju hari ibu ini, aku ingin kau tahu betapa dalamnya rasa sayangku untukmu, betapa berperannya kau di hidupku. Tak terbayangkan bagaimana jadinya aku bila kau pergi, ibu... Karena salah satu alasanku berjuang sampai detik ini adalah karena engkau.. Karena engkaulah alasanku..
Beruntungnya aku memiliki bidadari dunia seperti kau, ibu... Terimakasih atas segalanya.. Aku berjanji, aku akan menjadi pohon peneduh untukmu kelak, meski saat ini pohon itu baru ku tanam dan belum dapat meneduhkanmu.
Aku berjanji..
Dengan kasih dan sayang tak berujung,
Anakmu,
Tuti Alawiyah
Kamis, 12 April 2012
The person who most inspired me..
Aku bermimpi, aku memiliki mimpi, karena dia yang mengajarkanku memiliki impian, serta karena dia alasanku memiliki impian...
Aku tau dia bukanlah mentari yang mampu memberikan sinarnya di jagat raya, bukan pula air yang terus mengalir tanpa henti dihilir sungai, bahkan bukan juga rembulan yang tak pernah lelah tersenyum dalam kegelapan... Tapi bagiku dia lebih dari mentari, lebih dari air dan jauh lebih dari rembulan.. Sosoknya yang mampu memberikan cahaya terang saat aku tak tahu arah jalan pulang, saat aku tak bisa melihat kebijakan dan selalu memberikan kesejukan didalam hati lebih dari sejuknya air di hilir sungai.. Siapa Dia?
Yah, Dia adalah ibuku..
Seorang wanita yang menjadi pelindungku, penyemangatku, yang memberikan kehangatan dalam kekalutan.. Ia tak pernah mengeluh dalam apapun, dalam memahamiku.. Sosok yang tangguh, kokoh nan kuat..
Bagiku, dia lebih dari segalanya. Aku menyayanginya lebih dari aku menyayangi diriku sendiri, sakit rasanya saat tau dia tersakiti, pedih rasanya saat tau dia menanggung peluh.. Terkadang caraku yang salah selalu membuat ibu sakit dan aku selalu berusaha untuk selalu memberikanmu yang terbaik, untuk tidak mengecewakanmu...
Langkahmu yang semakin tergoyah dimakan usia, tak akan membuat jiwamu kian rapuh. Karena aku tau kau amatlah kuat, tangguh.. Beruntungnya aku memilikimu ibu, Andainya engkau tau kaulah yang menjadi malaikat di kehidupanku, aku menyayangimu lebih dari yang kau tau..
Karena Tuhan mengirimkanmu untuk menjadi malaikat hidupku,,
My Mom.. You’re my everything, You’re my all and You are all I need in the world.. Yesterday, now, tomorrow and forever...
Rabu, 29 Juni 2011
My Motivator

Beliau sangat berpengaruh di kehidupanku, sungguh sangat mengobarkan semangatku... ingin rasanya memiliki semangat jiwa seperti itu yang bisa membantu orang lain yang tengah Down... MARIO TEGUH, ya... semua orang pasti mengenalnya... beliau adalah sumber motivasi dan inspirasiku setelah keluargaku.
Seandainya saya dapat bertemu dan berbagi cerita dengannya, pasti itu sebuah sesuatu yang sangat luar biasa....
Minggu, 28 November 2010
Senin, 18 Oktober 2010
LECTURE
Sabtu, 24 Juli 2010
MEMASUKI BANGKU KULIAH
Semuanya berlalu, kini masa depan sudah didepan mata. aaaaaAku harus bisa menggapai mimpi2, angan2, harapan2 serta cita2ku... yeahh..
Senin, 19 April 2010
SAATNYA TIBA
Pasti akan sangat sedih untuk meninggalkan semuanya...
namun, itu sudah hukum alam... ADA PERJUMPAAN PASTI ADA PERPISAHAN.
Senin, 29 Maret 2010
FASE MENUNGGU
Senin, 15 Maret 2010
Kekhawatiran Menghadapi UN
Kemudian selain itu, kita juga perlu merenungkan sebetulnya apa yang lebih penting PROSES atau HASIL... pasti kita akan memilih menjawab HASIL karena diiberatkan jika kita sudah belajar sungguh-sungguh namun pada akhirnya kita tidak lulus... itu sama saja bohong...
ASumsi kita seperti itu sangat salah... karena sebetulnya PROSES itu lah yang sangat penting... karena memang lulus atau tidak lulusnya seseorang bukan jaminan untuk kita menjadi sukses...
GOOD LUCK semua yang akan melaksanakan UN...



