Rabu, 23 Januari 2013

Goretanku untuk Al-Muhajirin


       Pagi ini entah ada kekuatan apa, ada dorongan dari jemariku ini untuk menuliskan sebuah goretan indah di masa lampau. Ya, ketika aku menuntut ilmu di Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Memang aku bukan santri ‘mukim’ seperti santri yang lainnya, mereka menyebutku ‘santri kalong’. Maklumlah aku tak menetap di pondok, hanya ikut belajarnya saja. Walau begitu, jiwaku untuk setara dengan santri yang lain amatlah kuat.
  Tepatnya setelah aku lulus SD dan Madrasah, ayahku menyuruhku untuk menimba ilmu, dia berkata ‘ilmu akhirat dan dunia itu harus seimbang, tuti sekarang masuk SMP jadi siang setelah pulangnya bisa belajar di Pondok’, aku tercengang saat ayah dengan tegas berkata seperti itu. Disisi lain, aku sebenarnya malu karna hanya aku satu-satunya yang bukan santri mukim. Namun akhirnya di hari pertama aku diantarkan ayah menemui Kyai pemilik pondok itu, yang tak lain adalah teman ayah semasa di Banten dulu.
        Hari pertama, aku langsung belajar bersama santri lainnya. Teringat sekali dalam benakku, pelajaran pertama yaitu nahwu (semua ustadz menyebutnya ‘bapaknya ilmu’). Kemudian dilanjutkan dengan kitab Durusul Fiqhiyah. Alhamdulillah disana aku diterima dengan baik dan ramah.
Beberapa hari berikutnya ada temanku ufi, aku bahagia sekali karena akhirnya aku tidak sendirian yang menjadi santri kalong. Sahabatku dari SD juga ikut belajar di pondok. Kemudian ada lagi sahabatku juga yang ikut belajar, Asep Mulyadi namanya. Kami bertiga menghabiskan waktu dan belajar di pondok bersama. Tak kenal panas dan tak kenal hujan, bermodal niat untuk Tholabul ‘ilmi. Sayangnya selulus SMP, Ufi dan Mulyadi berhenti belajar di pondok. Aku cukup terluka namun aku tetap semangat menjadi ‘santri kalong’ ditengah santri lainnya.
           Teringat ketika salah satu ustadz menyindirku. Dia berkata ‘Belajar itu harus ada bapak dan ibunya, kalau Cuma belajar dr bapaknya aja tidak akan bisa’. Aku sadar sekali beliau sedang menyindirku, maklumlah aku hanya belajar ilmu nahwu (bapaknya ilmu), dan aku tidak belajar ilmu shorof (ibunya ilmu). Terang saja, pagi aku belajar di SMP, sekolah umum. Namun aku membuktikan di Ujian Akhir, aku mendapat peringkat pertama diantara santri-santri lainnya.
          Setelah aku SMA, jadwalku mulai padat dan karena semua santri seusiaku sudah kembali ke kampung halamannya. Akhirnya dengan sangat berat, aku memutuskan untuk berhenti belajar di Pondok. Selama kurun waktu 5 tahun aku belajar disana.
       Bersyukur karena banyak yang baik padaku, seperti K.H. Harun Sulaiman (pemilik Al-Muhajirin) bersama istrinya, Ustadz Ade, Ustadz Bukhori, Ustadz Salman, Ustadz Masrukhan, Ustadz Soleh, dan pengajar lainnya. Serta teman-teman di Pondok yang banyak berasal dari daerah Banten. Terimakasih semua pengajar yang telah memberikan begitu banyak ilmu, dari mulai ilmu tarikh, nahwu, fiqih, hadist, tajwid. Semua ilmu-ilmu yang bermanfaat, kitab-kitab yang selalu membahas dari mulai yang kecil hingga yang besar.

           

Sabtu, 22 Desember 2012

Sepucuk Surat Kasih untuk Ibuku terkasih


Teruntuk ibuku tersayang...
Kuharap ketika engkau membaca surat ini, kau akan mengerti atas diamku selama ini, ibu..Ibuku yang menjadi perisai jiwaku...

Kau tahu, aku mencintai dirimu lebih dari aku menyayangi diriku sendiri, mungkin terdengar amat basi ketika seorang anak yang mengutarakan betapa dirinya mencintai ibunya, namun dari lubuk hati dan jiwa terdalam aku ingin kau tahu bahwa kau adalah nafas dan darahku, ibu..

Maafkan aku, mungkin dapat terhitung dengan jemari seberapa sering aku mengatakan secara langsung ‘aku menyayangimu ibu’. Maafkan aku.. Dengan diamku itu, sesungguhnya aku begitu sayang padamu, begitu ingin membuatmu bahagia..

Ibuku yang tak beranjak meski malam telah lenyap...‘Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia’. Aku selalu berkaca-kaca ketika menyanyikan sepenggal lagu itu, teringat dulu saat kita menyanyikan lagu itu waktu aku balita lalu kau mendekapku penuh makna. Ibu, terimakasih atas kesetiaanmu untuk selalu disampingku, menjagaku, menemaniku tak kenal waktu dan tak kenal lelah.. Kau memang begitu sempurna, bukan sekedar hujan yang hanya datang di selingan hari, bukan pula pelangi yang hanya muncul kala hujan telah usai.

Maafkan anakmu ini yang jauh dari akhlak, yang selalu lalai dari etika.. Tak terhitung banyaknya dosaku atas dirimu, ibu.. Aku ingat semasa aku kecil dulu, aku selalu marah ketika aku pulang sekolah dan aku menangis karena masakanmu yang tidak aku sukai. Aku  memasang wajah kusut ketika kau menyuruhku saat aku tengah lelah sekali. Akupun terkadang meninggikan suaraku kala kau tak juga mengerti maksudku.

Sementara engkau...?

Kau satu-satunya orang yang berada disisiku ketika aku sakit, tak pernah lelah dan mengeluh meski kau harus menemaniku sampai akhirnya kau tak memiliki waktu tidur. Kau satu-satunya orang yang membelaku kala aku dirundung masalah dan semua orang menghakimiku.. Kau pun tak pernah meninggikan suaramu meski aku selalu membuatmu jengah.
Maafkan aku, ibu.. Sesungguhnya itu semua kekuranganku, kekhilafan anakmu yang tak tahu etika ini, namun aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, ibu..

Ibuku, lentera hidupku....Aku ingin membuatmu bahagia, bangga akanku. Saat ini di usiaku yang bukan anak-anak lagi, sejujurnya perjuanganku sejauh ini tak lain hanya ingin membahagiakan kau dan ayah.. Aku tak memikirkan tentang kebahagiaanku, yang selalu menjadi bahan renungan untuk maju adalah kau dan ayah..

Ibu.. saat kau terbaring sakit, aku menangis, berdo’a pada-Nya agar Dia memindahkan sakitmu itu pada ragaku. Mendengar rintihan sakitmu lebih dari sekedar sayatan pisau yang melukaiku. Akupun merasa sakit  ketika aku melihat air matamu jatuh berlinangan, rasanya ingin sekali memukul seseorang yang telah menggoreskan luka dihatimu.

Menuju hari ibu ini, aku ingin kau tahu betapa dalamnya rasa sayangku untukmu, betapa berperannya kau di hidupku. Tak terbayangkan bagaimana jadinya aku bila kau pergi, ibu... Karena salah satu alasanku berjuang sampai detik ini adalah karena engkau.. Karena engkaulah alasanku..

Beruntungnya aku memiliki bidadari dunia seperti kau, ibu... Terimakasih atas segalanya.. Aku berjanji, aku akan menjadi pohon peneduh untukmu kelak, meski saat ini pohon itu baru ku tanam dan belum dapat meneduhkanmu.

Aku berjanji..


Dengan kasih dan sayang tak berujung,


Anakmu,
Tuti Alawiyah

Rabu, 30 Mei 2012

Torehan Hati

Meniti langkah yang tak jua berujung
Menjarah semangat yang kian memudar
Walau jemari ini tak mampu merengkuh langit
Namun ku percaya akan kaki yang menopang tiada batas..
..
Laksana rimba yang kokoh berdiri di perasingan
Laut lepas yang tiada bersanding tanah
Gurun yang tak pernah keluh atas air
..
Aku berdiri dengan puing-puingku
Bertahan dengan satu tujuan jiwa
Untuk tak pernah lalai atas nikmat-Mu
Rahmat yang tak pernah lelah Kau tuju untukku..
..
Noda yang begitu banyak tersemai di jiwa ini,
Mungkin akan selalu tercoreh dengan lugunya..
Sekali lagi ku percaya,
Kau tak akan pernah berhenti memanduku
menuju Kebenaran yang hakiki..

Sabtu, 26 Mei 2012

Madu nan elok

Kelak lebah itu pasti tiba tanpa dijemput...
Madu yang akan dilahirkannya...
Meski sengatan itu membuat biru kulit yg rapuh...
Takkan berarti untuk sejumput rumput liar nan tegap.
..
Laksana mata yang tak berguna..
Daun telinga yang memang hanya sebatas daun kering..
Hati yang kusut hitam mengeras..
meredam semua yg tergores..

Tidakkah nampak?
Tak ada kabut yang menutupi,
namun hanya seonggok kepura-puraan yang meracuni..

Detik itu akan terbit..
Ibarat lebah lahirkan madu nan elok..

Semu

Ketika aku merencanakan semuanya,, aku yakin pasti sampai..
Merencanakan sebuah perjalanan jauh yg menguras bathin...
Membayangkan sebuah tempat terindah yg akan kutuju...

Hari demi hari ku tempuh,
langkah demi langkah ku telusuri..
Sampai akhirnya, sedikit lagi tempat itu ku tuju, hanya beberapa meter..

Dan siapa menyangka, setelah aku tiba disana.
Yg ada hanya gelap, tidak ada tempat terindah itu..

Sulit dipercaya, perjuanganku seolah terhempas begitu saja...
Aku masih diam, belum percya yg terjadi...
Tertegun..

Wanita di dunia Pria

Emansipasi wanita, bukan sebuah wacana lagi. Di Indonesia, persamaan kesempatan antara laki-laki dan perempuan sudah dianggap berjalan ideal. Perbedaan gender dan pembedaan standar penilaian antara pria dan wanita dalam konteks pekerjaan atau profesionalisme, boleh dibilang mulai terhapus. Tidak ada lagi seharusnya sebutan “dunia pria” dan “dunia wanita”. Juga tak ada perlakuan istimewa dalam hal tugas, kewajiban, penghargaan dan hukuman. Emansipasi yang berdasarkan kemampuan, bukan hanya kemauan semata.
Ismayasari dan Ais Matutu contohnya. Mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang mampu dan mau serta berani bekerja keras di beratnya medan tambang. Keduanya adalah operator alat berat di pertambangan emas PT. Newmount Nusa Tenggara di Sumbawa, NTB. Jangan dikira alat berat yang dikendalikan keduanya adalah alat berat sekadarnya. Haul Truck yang harus mereka setir berukuran raksasa. Tinggi x lebar x panjang “truk batangan” mereka adalah 7 x 7 x 13 meter, dengan diameter roda 3,5 meter! Dan bagaimana mereka harus berjuang mengendalikan “mainan” mereka itu selama 12 jam setiap harinya, di sumur tambang yang kedalamannya hampir 1 kilometer di bawah permukaan laut, itu cerita istimewanya.
Jauh dari Sumbawa, ada Yossi Anita di Sumatera Barat. Akrab dipanggil Bang Yos, ia mengabdi sebagai seorang petugas pemadam kebakaran di kota Padang. Sebagai seorang petugas PMK, ia harus siap siaga 24 jam non stop. Kesukaannya pada kegiatan menantang dan menolong orang lain, membuatnya mantap berlabuh di profesi ini. Bergulat dengan si jago merah adalah makanan sehari-hari yang sangat dinikmatinya. Bahkan menurut Yossi, jika sedang sakit pun, jika ada panggilan memadamkan api, bisa seketika langsung sembuh.
Sementara Nelce Alfonsina Harewan, Entin Kartini dan Christina Rantetana, adalah sosok-sosok Laksamana Malahayati modern. Nelce adalah nahkoda wanita pertama asal Papua. Ia pernah memimpin kapal penumpang perintis dari Papua ke pulau-pulau sekitar Papua yang berombak ganas. Kini, ia mendapat kepercayaan untuk menjadi komandan dari Kapal Patroli Negara 339, yang bertanggung jawab mengawasi laut-laut antar pulau dan samudera di Indonesia Bagian Timur.
Sedangkan Entin Kartini adalah nahkoda wanita pertama di Indonesia. Di tangannya, pernah dipercayakan sebuah kapal penumpang besar berkapasitas 1000 orang, yang baru dibeli di Jerman untuk dibawa ke Indonesia selama 29 hari. Dan Christina Rantetana, adalah Laksamana Pertama di TNI AL. Sebagai seorang Brigadir Jenderal wanita pertama di TNI AL, ia harus menjalani tugas dan kewajiban di lapangan sebagaimana perwira tinggi TNI AL pada umumnya. Tidak hanya berfungsi sebagai staf belakang meja mengurusi administrasi atau kesehatan. Sejumlah operasi patroli di atas sejumlah KRI dijalaninya, sebagai komandan kapal perang.
Dan di darat, ada Brigadir Jenderal Polisi Rumiah yang bertanggung jawab secara penuh atas keamanan wilayah hukum di Provinsi Banten. Ia kini menjadi Kapolda wanita pertama di Indonesia. Di pundaknya, kompleksitas persoalan hukum, keselamatan dan keamanan warga Banten dipercayakan. Tentu saja bukan perkara gampang bagi seorang perwira wanita bisa menjabat Kapolda. Reputasi dan prestasi yang sangat baik selama berkarir di Polri, tentu menjadi pertimbangan penempatan dirinya sebagai pemuncak aparat keamanan di wilayah yang juga dipimpin gubernur wanita itu.
Sementara di udara, Indonesia memiliki Srikandi-Srikandi penjelajah langit seperti Ida Fiqriah, Agatha Asri Herini, dan Fariana Dewi. Ida kini menjadi pilot wanita satu-satunya di maskapai Garuda Indonesia. Kepadanya, dipercayakan pesawat besar Airbus 330 berpenumpang 300-an orang untuk diterbangkan ke seluruh penjuru dunia. Sementara Agatha, selain seorang pilot, ia juga menjadi instruktur pilot di maskapai yang sama. Ia mendapat wewenang besar untuk meloloskan atau menggagalkan seorang pilot, pria dan wanita, untuk memegang sebuah pesawat.
Sementara Fariana Dewi, kini adalah pilot helikopter pertama dan satu-satunya di TNI AU. Mitos bahwa perempuan tidak bisa dan tidak boleh menjadi pilot helikopter, dipatahkannya. Minat dan bakat yang kuat padanya terhadap udara, mendorongnya mengikuti seleksi untuk pilot. Dan pasca berbagai tes, ia dianggap lebih tertarik pada pesawat rotary wing atau helikopter, daripada pesawat fixed wing.
Nah, bagaimana para perempuan-perempuan perkasa ini mampu secara profesional berkiprah di profesi yang umumnya didominasi kaum laki-laki, tanpa melupakan kodratnya sebagai ibu rumah tangga? Bagaimana mereka mengelola diri sehingga sukses di pekerjaan “langka” sekaligus berhasil menjadi istri atau ibu rumah tangga yang baik di rumah?

Jumat, 18 Mei 2012

Pronoun

Pronouns (Kata Ganti) adalah kata yang menggantikan kata benda (nouns). Beberapa kata yang digunakan dalam Pronouns juga digunakan dalam Adjectives, namun berbeda fungsi dan bentuknya. Pronouns berdiri sendiri, sedangkan Adjectives membutuhkan sebuah kata benda di depannya.

Pembagian Pronouns

1. Personal Pronouns
2. Demonstrative Pronouns
3. Possessive Pronouns
4. Interrogative Pronouns
5. Relative Pronouns
6. Indefinite Pronouns
7. Reflexive Pronouns
8. Intensive Pronouns
9. Reciprocal Pronouns

1. Personal Pronouns

Yaitu kata ganti orang, baik orang pertama, orang kedua maupun orang ketiga. Personal Pronouns berfungsi sebagai:

a. Nominative Subjective, yaitu menjadi subjek kalimat. I, we, you, they, he, she, it.
  • I study English
  • You are my new secretary.
b. Objective, yaitu menjadi objek kalimat. Me, us, you, them, him, her, it.
  • She brings me a cup of coffee.
  • I make you a kite.
2. Demonstrative Pronouns (Kata Ganti Penunjuk)
  • This, that, those, these.
  • This is your book.
  • Those are my pencils.
Catatan:

Keempat kata di atas juga dapat dijumpai dalam Demonstrative Adjectives. Perbedaan penggunaannya hanya pada penggunaan kata benda (nouns) setelah keempat kata di atas untuk Demonstrative Adjectives.
  • This book is yours (this = adjectives)
  • This is your book. (this = pronouns)
  • These are your pencils. (these = pronouns)
3. Possessive Pronouns

Yaitu kata ganti yang menunjukkan kepemilikan. Mine, yours, theirs, ours, his, hers.
  • This house is mine. (mine = Possessive Pronouns).
  • This is my house. (my = Possessive Adjectives).
4. Relative Pronouns

Yaitu kata yang menggantikan kata yang telah disebutkan sebelumnya.

Kata-kata yang dipakai adalah:

a. Menggantikan subjek.
  • Who (orang)
  • Which, that (benda, binatang)
b. Menggantikan Objek
  • whom (orang)
  • which, that (benda, binatang)
c. Menggantikan kepunyaan
  • whose (orang)
  • of which (benda, binatang)
Catatan:

Semua kata-kata di atas (who, whom, whose, which, that, dan of which) dalam bahasa Indonesia artinya �Yang�.

Contoh:
  • The man who cuts my hair is my uncle (Laki-laki yang memangkas rambut saya adalah paman saya).
  • I am waiting for the man whom you are talking about.
  • She borrows the novel of which cover is purple.
  • Pembahasan lebih lanjut mengenai topic ini akan dibahas pada topic Adjective Clause.
5. Interrogative Pronouns

Yaitu kata Tanya yang digunakan untuk mengawali suatu pertanyaan. Kata yang dipakai adalah who, what, whom, dan which.
  • Who are you?
  • What is the color of your house? (what = Pronouns)
  • What color is your house? (what = Adjectives)
  • Which is your pen? (which = Pronouns)
  • Which pen is yours? (which = Adjectives)
6. Indefinite Pronouns (Kata Ganti Tak Tentu)

Kata-kata yang sering dipakai adalah: another, anybody, something, everyone, much, neither, one, none, dll.
  • All work is not dull, some is pleasant.
  • Most of the cars are new.
  • Nobody is at home.
7. Reflexive Pronouns

Yaitu kata ganti yang merupakan pantulan dari kata ganti (Pronouns) itu sendiri.

Perhatikan bentuk kata ganti jenis ini:
  • I = myself
  • You = yourself (kamu)
  • You = yourselves (kalian)
  • We = ourselves
  • They = themselves
  • He = himself
  • She = herself
  • It = itself
Contoh:
  • I cut myself with a knife (saya kena pisau)
  • They love themselves.
  • I help myself this morning.
8. Intensive Pronouns

Yaitu kata ganti yang juga merupakan pantulan dari kata ganti itu sendiri. Namun, letaknya sesudah nouns/pronouns itu sendiri. Kata ganti jenis ini berfungsi untuk lebih menekankan / menegaskan maksud pembicaraan.

Contoh:
  • Henry himself who told me so. (Henry sendirilah yang mengatakan begitu kepadaku)
  • Mary herself repaired the computer. (Mary sendirilah - bukan orang lain - yang memperbaiki computer itu)
  • Jack himself gave me the book.
Catatan:

Berhati-hatilah dengan penggunaan kata gantu jenis ini. Perhatikan 3 contoh kalimat di bawah ini dan perhatikan perbedaannya.
  • Alex does the test himself. (= Alex mengerjakan test itu sendiri - tanpa bantuan orang lain)
  • Ted himself does the test. (=Ted sendirilah - bukan orang lain - yang mengerjakan test itu)
  • Bob does the test by himself. (= Bob mengerjakan test itu sendirian - tidak ada orang lain bersama dia)
9. Reciprocal Pronouns

Yaitu kata ganti yang menyatakan hubungan timbale balik antara 2 atau lebih. Frase yang digunakan adalah:
  • Each other = satu sama lain (2 orang)
  • One another = satu sama lain ( lebih dari 2 orang)
Contoh:
  • Henry and Elizabeth loves each other. (Henry & Elizabeth saling mencintai/ Henry & Elizabeth mencintai satu sama lainnya)
  • All children love one another.

Preposition

Preposition (Kata Depan) adalah kata yang tidak dapat berubah bentuknya dan biasanya di letakkan di depan kata benda atau padanan kata benda lainnya (objek) yang bertujuan untuk menunjukkan hubungannya tertentu dengan kata-kata lain dalam kalimat.

Di bawah ini adalah contoh Kata Depan (Preposition)

above, about, across, against, along, among, around, at, before, behind, below, beneath, beside, between, beyond, by, down, during, except, for, from, in, inside, into, like, near, of, off, on, since, to, toward, through, under, until, up, upon, with, within.

Contoh:

  • It is a container for butter.
    (Preposition "for" menunjukkan hubungan antara "butter" dan "container".)
  • The eagle soared above the clouds.

BENTUK PREPOSITION


Bentuk-bentuk Kata Depan adalah sebagai berikut:

1. Simple Preposition (Kata Depan Tunggal)

  • after, at, by, for, from, of, over, on, in, through, to, off, till, under, up, with, dsb

2. Double Preposition (Kata Depan Ganda)

  • into, onto, from under, from among, from off, from within, over against, dsb

3. Compund Preposition (Kata Depan Majemuk)

  • across (on cross), along (on long), behind (by hind), about (on by out), above (on by up), before (by fore), beneath (by neath), beside (by side), between (by twain), beyond (by yonder), but (by out except), within (with in), without (with out), dsb

4. Participal Preposition (Kata Depan Partisif)

  • pending, during, notwithstanding, past, except, considering, concerning, regarding, dsb

5. Prepositional Phrase (Frase Kata Depan)

  • because of, by means of, in behalf of, in front of, in view of, by reason of, with respect to, with regard to, aith relation to, on behalf of, in spite of, dsb.

6. Disguised Preposition (Kata Depan Tersembunyi)

  • three o'clock (three of clock)
  • Jack o'lantern (Jack of the lantern)
  • He has gone a-hunting (on hunting)

PREPOSITION DI AKHIR KALIMAT


Hindari meletakkan sebuah kata depan di akhir kalimat.Karena kata depan sebaiknya di depan kata benda

Contoh:

  • That is a situation I have not thought of. (SALAH)
  • She is a person I cannot cope with. (SALAH)
  • It is behaviour I will not put up with. (SALAH)

Kalau Anda terbentur pada posisi kata depan yang menurut Anda harus diletakkan di akhir kalimat, maka pindahkan posisinya pada tempat yang tepat dan tidak merubah makna kalimat yang ingin Anda sampaikan.

Contoh:

  • That is a situation of which I have not thought.
  • She is a person with whom I cannot cope.
  • It is behaviour up with which I will not put.

Namun cara yang terbaik adalah dengan mengganti kata agar tidak membingungkan pembaca. Tapi perlu diingat, penggantian kata tersebut tidak merubah makna dan memiliki arti yang sama dengan kata yang ingin kita gantikan. Perhatikan contoh berikut ini untuk menggantikan contoh kalimat di atas.

Contoh:

  • That is a situation I have not considered.
  • It is behaviour I will not tolerate.

TIPS


PILIHAN ANDA

Kesimpulannya, jika Anda tidak dapat menemukan kata pengganti yang cocok untuk menggantikan kata depan yang berada di akhir kalimat, maka Anda dapat memilihnya yaitu tetap meletakkan kata depan tersebut di akhir kalimat, atau merubah susunan kata depan tersebut. Kalimat pertama di bawah ini secara teknis tidak tepat karena kata depan berada di akhir kalimat. Namun kalimat yang kedua kedengarannya agak aneh dan dapat membingungkan pembaca.

  • She is a person I cannot cope with.
  • She is a person with whom I cannot cope.

Kebanyakan orang yang memahami masalah ini, mereka menggunakan kalimat yang kedua. Tapi memang lebih baik jika kita dapat menggantikan kata tersebut dengan kata yang lain yang memiliki arti yang sama dan tidak akan merubah makna kalimat tersebut, lebih baik menggantinya dengan kata lain yang lebih tepat agar lebih mudah dipahami pembaca.

APA YANG MENGIKUTI KATA DEPAN?

Kata setelah kata depan disebut sebagai "Object of the Preposition".

Contoh:

  • The cat ran under the car.
    (Kata "the car" adalah objek dari "under".)
  • Can you give this parcel to him tomorrow?
    (Kata "him" adalah objek dari "to".)

Kata Depan dapat juga berada di depan kata ganti (Pronouns) selain kata benda.

Contoh:

  • Can you give the parcel to him?
  • I went to the cinema with them.

Namun kata "whom" merupakan objective case dari "who", dan hal ini dapat membingungkan pembaca.

Contoh:

  • Andy saw the scouts, at least one of whom was armed, through the mist.
  • Against whom did you protest if there was nobody present?

TIPS


WHOM SETELAH KATA DEPAN

Gunakan "whom" setelah kata depan

WHETHER SETELAH KATA DEPAN

"whether" dapat diletakkan setelah kata depan:

  • A decision about whether the elections were legal is pending.
  • Will you raise the question of whether we are investing in the system or withdrawing?

PENGGUNAAN KATA DEPAN SECARA LEBIH TERPERINCI


Hanya dengan Rp 50.000,- Anda akan mendapatkan penjelasan serta contoh-contoh penggunaan kata depan secara terperinci. Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan produk tersebut.

Noun

Nouns (Kata Benda) adalah segala sesuatu yang kita lihat atau dapat kita bicarakan dan yang menunjukkan orang, benda, tempat, tumbuhan, hewan, gagasan dan sebagainya.

Contoh:

  • soldier - Alan - cousin - Frenchman (Nama Orang)
  • rat - zebra - lion - aardvark (Nama Binatang)
  • house - London - factory - shelter (Nama Tempat)
  • table - frame - printer - chisel (Nama Objek)
  • lead - nitrogen - water - ice (Nama untuk Substansi)
  • kindness - beauty - bravery - wealth - faith (Nama Kualitas)
  • rowing - cooking - barking - reading - listening (Nama Aksi)
  • month - inch - day - pound - ounce (Nama Ukuran)

Kata Benda dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

  1. Concrete Nouns
  2. Abstract Nouns

Penjelasan


1. Concrete Nouns

Yaitu nama orang, tempat, atau benda dan sebagai�nya yang dapat ditangkap dengan panca indera, yakni benda-benda yang kongkret.

contoh:

  • car
  • house
  • chair
  • book

2. Abstract Nouns

Yaitu kata benda yang tak dapat diraba dengan panca indera.

Contoh:

  • happiness
  • sadness
  • wisdom
  • courage
  • health

Concrete Nouns terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu:


1. Common Nouns

Yaitu kata benda yang menunjukkan jenis, kelas dari benda-benda, tempat dan sebagainya.

Contoh:

  • Car
  • Man
  • Bridge
  • Town
  • Water
  • Metal
  • Ammonia

2. Proper Nouns

Yaitu nama orang, tempat dan sebagainya yang khusus untuk dia saja. Proper Nouns selalu diawali dengan huruf kapital.

Contoh:

  • Michael
  • Africa
  • Peking
  • Dayton Peace Accord
  • United Nations
  • The Tower of London
  • Uncle George
    ("Uncle" diawali dengan huruf kapital karena kata tersebut sudah menjadi bagian dari namanya.)
  • My favourite auntie is Auntie Sally.
  • The Red Lion

3. Collective Nouns

Berupa manusia (people), binatang (animals) dan suatu benda (things). Beberapa kata tertentu biasanya atau selalu digunakan untuk membuat collective nouns.

Contoh:

  • Choir
  • Team
  • Jury
  • Shoal
  • Cabinet (of ministers)
  • Regiment

Catatan:


Bila Collective Nouns dianggap sebagai satu unit dan untuk kepentingan unit tersebut maka diperlakukan sebagai kata benda tunggal (singular noun).

Contoh:

  • The committee was formed to carry out the task.
    (Panitia telah dibentuk untuk melaksanakan tugas itu).

Bila Collective Nouns dianggap sebagai sekumpulan para anggota, maka diperlakukan sebagai kata benda jamak (plural).

Contoh:

  • The jury were enable to agree on a verdict.
    (Para juri tidak bisa menyetujui tentang hukuman itu. Artinya yang mengeluarkan pendapat adalah pribadi para anggota jury itu).
4. Material Nouns

Yaitu nama yang menunjukkan nama benda yang terjadi dengan sendirinya dan bukan buatan manusia.

Contoh:

  • gold
  • water
  • fish
  • iron
  • blood

5. Compound Nouns

Yaitu yang merupakan gabungan dari dua kata atau lebih.

Contoh:

  • Mother-in-law
  • Board of members
  • Court-martial
  • Manservant
  • Paper-clip

PERHATIAN


Berikut ini adalah beberapa kesalahan sehubungan dengan Kata Benda (Nouns):

1. Bukan Huruf Kapital

Common nouns tidak diawali dengan huruf Kapital (kecuali di awal kalimat atau merupakan bagian dari sebuah Titel).

  • The corporal disobeyed a direct Order. (SALAH)
    ("order" adalah common noun - tidak huruf kapital)
  • It is the largest Church in Birmingham. (SALAH)
    ("church"adalah common noun - tidak huruf kapital
    )

2. Huruf Kapital Hanya Untuk Kata-kata yang Bersifat Dasar

Ketika sebuah nama terdiri dari "the", "of", "an" atau "in", maka ka. ta-kata tersebut tidak huruf kapital

  • I must visit the Tower of London. (BENAR)
    ("of" bukan kata dasar - tidak huruf kapital. BUKAN: Tower Of London)
  • Have you seen Day of the Jackal? (BENAR)
    ("of" dan "the" are bukan kata dasar - tidak huruf kapital. BUKAN: Day Of The Jackal)

3. Tunggal atau Jamak?

Penulis kadangkala ragu apakah kata Collective Noun yang dipakainya berfungsi sebagai tunggal atau jamak. Nah, untuk itu, kita harus memahami betul makna kalimatnya.

  • That team wins the league. (BENAR)
    (yang menang adalah tim tersebut, bukan masing-masing anggota tim)
  • The team wear new uniform. (BENAR)
    (yang memakai baju seragam adalah masing-masing anggota tim tersebut)

Perhatikan lagi catatan Collective Nouns di atas


Membentuk Jamak dari Compund Nouns (Kata Benda Jamak)


Untuk membentuk Jamak dari Kata Benda Majemuk, maka jamakkan saja kata dasar dari kata benda majemuk tersebut. Kalau kata benda majemuk terseubt membingungkan, maka tambahkan "s" atau "es" di akhir kata benda majemuk tersebut.

  • Mothers-in-law
  • Paper-clips
  • Forget-me-nots

Kata seperti "spoonful", "plateful" dan "cupful" beda dengan peraturan di atas. Kata-kata tersebut tinggal ditambahkan "s" pada akhir kata tersebut, walaupun kata dasarnya adalah "spoon", "plate" dan "cup".

Interjection

Interjection (Kata Seru) adalah suatu bunyi seru yang ditambahkan ke dalam kalimat untuk menunjukkan perasaan atau emosi yang kuat seperti kegembiraan, kesedihan, keterkejutan, persetujuan, keheranan, dsb.

Contoh:
  • Hey! Get off that floor!
  • Oh, that is a surprise.
  • Good! Now we can move on.
  • Jeepers, that was close.adaa
Ekspresi pengantar seperti "yes", "no", "indeed" dan "well" dalam Bahasa Inggris juga disebut Interjection.

Contoh:
  • Indeed, this is not the first time the stand has collapsed.
  • Yes, I do intend to honour the bet.
Ada juga bunyi atau suara yang juga dianggap Interjection

Contoh:
  • Phew! I am not trying that again.
  • Humph! I knew that last week.
  • Mmmm, my compliments to the chef.
CATATAN

Tanda Baca

Interjection dapat diikuti oleh koma atau tanda seru. Koma digunakan untuk menunjukkan seruan yang ringan atau lembut, sedangkan tanda seru digunakan untuk menyatakan seruan yang lebih kuat seperti terkejut, emosi, marah, atau perasaan yang lebih mendalam lainnya.
  • Hurry! The bus is about to leave!
  • Jeepers! That is the largest beetle I have ever seen.
  • No, I'm not going tomorrow night.
  • Well, the larva moves more quickly than you would expect.
  • Absolutely, a fifth of them do not count.
Ada beberapa Kata Kerja tertentu yang dapat dipakai dalam pengertian kalimat seru.

a. Noun-Infinitive
  • To suppose that he could be pardoned! (Siapa yang sangka kalau dia masih bisa diampuni!)
  • To think that he should have died! (Siapa kira dia telah mati akhirnya!)
b. Subjunctive
  • Would that I were rich! (Andainya lah kalau saya ini orang kaya)
  • Would that he were still alive.
c. Imperative
  • Hear! Hear!
  • Shut up! shut up!
d. Noun
  • Poor thing!
  • Terrible news!
  • Fool!
e. Pronouns
  • What an idea!
  • What a shame!
f. Adjectives
  • Strange!
  • Shocking!
g. Adverbs
  • How beautiful!
  • How beautiful she is!
h. Conjunction
  • If we had only known!
  • If I could only see her once more!
CONTOH KALIMAT SERU
  • hurray! = hore!
  • Alas! = Aduh! Sayang!
  • Bravo! = bagus sekali!
  • Hush! = Diam!
  • Bosh! = Omong kosong!
  • Ah! = Aduh!
  • Dammit! = Persetan!
  • Dear me! = Astaga!
  • For heaven's sake! = Ya Alla!
  • Good heavens! = Masya Allah!
  • Good Lord! = Astaga!
  • Farewell! = Selamat Jalan!
  • Well done! = Bagus sekali!
  • Thank goodness! = Syukurlah!
  • Thank God! = Alhamdulillah!
PERHATIAN

Kalimat Seru Dalam Surat Resmi

Jangan gunakan kalimat seru seperti contoh di atas dalam surat resmi.