Rabu, 23 Januari 2013
Goretanku untuk Al-Muhajirin
Sabtu, 22 Desember 2012
Sepucuk Surat Kasih untuk Ibuku terkasih
Teruntuk ibuku tersayang...
Kuharap ketika engkau membaca surat ini, kau akan mengerti atas diamku selama ini, ibu..Ibuku yang menjadi perisai jiwaku...
Kau tahu, aku mencintai dirimu lebih dari aku menyayangi diriku sendiri, mungkin terdengar amat basi ketika seorang anak yang mengutarakan betapa dirinya mencintai ibunya, namun dari lubuk hati dan jiwa terdalam aku ingin kau tahu bahwa kau adalah nafas dan darahku, ibu..
Maafkan aku, mungkin dapat terhitung dengan jemari seberapa sering aku mengatakan secara langsung ‘aku menyayangimu ibu’. Maafkan aku.. Dengan diamku itu, sesungguhnya aku begitu sayang padamu, begitu ingin membuatmu bahagia..
Ibuku yang tak beranjak meski malam telah lenyap...‘Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia’. Aku selalu berkaca-kaca ketika menyanyikan sepenggal lagu itu, teringat dulu saat kita menyanyikan lagu itu waktu aku balita lalu kau mendekapku penuh makna. Ibu, terimakasih atas kesetiaanmu untuk selalu disampingku, menjagaku, menemaniku tak kenal waktu dan tak kenal lelah.. Kau memang begitu sempurna, bukan sekedar hujan yang hanya datang di selingan hari, bukan pula pelangi yang hanya muncul kala hujan telah usai.
Maafkan anakmu ini yang jauh dari akhlak, yang selalu lalai dari etika.. Tak terhitung banyaknya dosaku atas dirimu, ibu.. Aku ingat semasa aku kecil dulu, aku selalu marah ketika aku pulang sekolah dan aku menangis karena masakanmu yang tidak aku sukai. Aku memasang wajah kusut ketika kau menyuruhku saat aku tengah lelah sekali. Akupun terkadang meninggikan suaraku kala kau tak juga mengerti maksudku.
Sementara engkau...?
Kau satu-satunya orang yang berada disisiku ketika aku sakit, tak pernah lelah dan mengeluh meski kau harus menemaniku sampai akhirnya kau tak memiliki waktu tidur. Kau satu-satunya orang yang membelaku kala aku dirundung masalah dan semua orang menghakimiku.. Kau pun tak pernah meninggikan suaramu meski aku selalu membuatmu jengah.
Maafkan aku, ibu.. Sesungguhnya itu semua kekuranganku, kekhilafan anakmu yang tak tahu etika ini, namun aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, ibu..
Ibuku, lentera hidupku....Aku ingin membuatmu bahagia, bangga akanku. Saat ini di usiaku yang bukan anak-anak lagi, sejujurnya perjuanganku sejauh ini tak lain hanya ingin membahagiakan kau dan ayah.. Aku tak memikirkan tentang kebahagiaanku, yang selalu menjadi bahan renungan untuk maju adalah kau dan ayah..
Ibu.. saat kau terbaring sakit, aku menangis, berdo’a pada-Nya agar Dia memindahkan sakitmu itu pada ragaku. Mendengar rintihan sakitmu lebih dari sekedar sayatan pisau yang melukaiku. Akupun merasa sakit ketika aku melihat air matamu jatuh berlinangan, rasanya ingin sekali memukul seseorang yang telah menggoreskan luka dihatimu.
Menuju hari ibu ini, aku ingin kau tahu betapa dalamnya rasa sayangku untukmu, betapa berperannya kau di hidupku. Tak terbayangkan bagaimana jadinya aku bila kau pergi, ibu... Karena salah satu alasanku berjuang sampai detik ini adalah karena engkau.. Karena engkaulah alasanku..
Beruntungnya aku memiliki bidadari dunia seperti kau, ibu... Terimakasih atas segalanya.. Aku berjanji, aku akan menjadi pohon peneduh untukmu kelak, meski saat ini pohon itu baru ku tanam dan belum dapat meneduhkanmu.
Aku berjanji..
Dengan kasih dan sayang tak berujung,
Anakmu,
Tuti Alawiyah
Rabu, 30 Mei 2012
Torehan Hati
Sabtu, 26 Mei 2012
Madu nan elok
Madu yang akan dilahirkannya...
Meski sengatan itu membuat biru kulit yg rapuh...
Takkan berarti untuk sejumput rumput liar nan tegap.
..
Laksana mata yang tak berguna..
Daun telinga yang memang hanya sebatas daun kering..
Hati yang kusut hitam mengeras..
meredam semua yg tergores..
Tidakkah nampak?
Tak ada kabut yang menutupi,
namun hanya seonggok kepura-puraan yang meracuni..
Detik itu akan terbit..
Ibarat lebah lahirkan madu nan elok..
Semu
Merencanakan sebuah perjalanan jauh yg menguras bathin...
Membayangkan sebuah tempat terindah yg akan kutuju...
Hari demi hari ku tempuh,
langkah demi langkah ku telusuri..
Sampai akhirnya, sedikit lagi tempat itu ku tuju, hanya beberapa meter..
Dan siapa menyangka, setelah aku tiba disana.
Yg ada hanya gelap, tidak ada tempat terindah itu..
Sulit dipercaya, perjuanganku seolah terhempas begitu saja...
Aku masih diam, belum percya yg terjadi...
Tertegun..
Wanita di dunia Pria
Jumat, 18 Mei 2012
Pronoun
Pembagian Pronouns
1. Personal Pronouns
2. Demonstrative Pronouns
3. Possessive Pronouns
4. Interrogative Pronouns
5. Relative Pronouns
6. Indefinite Pronouns
7. Reflexive Pronouns
8. Intensive Pronouns
9. Reciprocal Pronouns
1. Personal Pronouns
Yaitu kata ganti orang, baik orang pertama, orang kedua maupun orang ketiga. Personal Pronouns berfungsi sebagai:
a. Nominative Subjective, yaitu menjadi subjek kalimat. I, we, you, they, he, she, it.
- I study English
- You are my new secretary.
- She brings me a cup of coffee.
- I make you a kite.
- This, that, those, these.
- This is your book.
- Those are my pencils.
Keempat kata di atas juga dapat dijumpai dalam Demonstrative Adjectives. Perbedaan penggunaannya hanya pada penggunaan kata benda (nouns) setelah keempat kata di atas untuk Demonstrative Adjectives.
- This book is yours (this = adjectives)
- This is your book. (this = pronouns)
- These are your pencils. (these = pronouns)
Yaitu kata ganti yang menunjukkan kepemilikan. Mine, yours, theirs, ours, his, hers.
- This house is mine. (mine = Possessive Pronouns).
- This is my house. (my = Possessive Adjectives).
Yaitu kata yang menggantikan kata yang telah disebutkan sebelumnya.
Kata-kata yang dipakai adalah:
a. Menggantikan subjek.
- Who (orang)
- Which, that (benda, binatang)
- whom (orang)
- which, that (benda, binatang)
- whose (orang)
- of which (benda, binatang)
Semua kata-kata di atas (who, whom, whose, which, that, dan of which) dalam bahasa Indonesia artinya �Yang�.
Contoh:
- The man who cuts my hair is my uncle (Laki-laki yang memangkas rambut saya adalah paman saya).
- I am waiting for the man whom you are talking about.
- She borrows the novel of which cover is purple.
- Pembahasan lebih lanjut mengenai topic ini akan dibahas pada topic Adjective Clause.
Yaitu kata Tanya yang digunakan untuk mengawali suatu pertanyaan. Kata yang dipakai adalah who, what, whom, dan which.
- Who are you?
- What is the color of your house? (what = Pronouns)
- What color is your house? (what = Adjectives)
- Which is your pen? (which = Pronouns)
- Which pen is yours? (which = Adjectives)
Kata-kata yang sering dipakai adalah: another, anybody, something, everyone, much, neither, one, none, dll.
- All work is not dull, some is pleasant.
- Most of the cars are new.
- Nobody is at home.
Yaitu kata ganti yang merupakan pantulan dari kata ganti (Pronouns) itu sendiri.
Perhatikan bentuk kata ganti jenis ini:
- I = myself
- You = yourself (kamu)
- You = yourselves (kalian)
- We = ourselves
- They = themselves
- He = himself
- She = herself
- It = itself
- I cut myself with a knife (saya kena pisau)
- They love themselves.
- I help myself this morning.
Yaitu kata ganti yang juga merupakan pantulan dari kata ganti itu sendiri. Namun, letaknya sesudah nouns/pronouns itu sendiri. Kata ganti jenis ini berfungsi untuk lebih menekankan / menegaskan maksud pembicaraan.
Contoh:
- Henry himself who told me so. (Henry sendirilah yang mengatakan begitu kepadaku)
- Mary herself repaired the computer. (Mary sendirilah - bukan orang lain - yang memperbaiki computer itu)
- Jack himself gave me the book.
Berhati-hatilah dengan penggunaan kata gantu jenis ini. Perhatikan 3 contoh kalimat di bawah ini dan perhatikan perbedaannya.
- Alex does the test himself. (= Alex mengerjakan test itu sendiri - tanpa bantuan orang lain)
- Ted himself does the test. (=Ted sendirilah - bukan orang lain - yang mengerjakan test itu)
- Bob does the test by himself. (= Bob mengerjakan test itu sendirian - tidak ada orang lain bersama dia)
Yaitu kata ganti yang menyatakan hubungan timbale balik antara 2 atau lebih. Frase yang digunakan adalah:
- Each other = satu sama lain (2 orang)
- One another = satu sama lain ( lebih dari 2 orang)
- Henry and Elizabeth loves each other. (Henry & Elizabeth saling mencintai/ Henry & Elizabeth mencintai satu sama lainnya)
- All children love one another.
Preposition
Preposition (Kata Depan) adalah kata yang tidak dapat berubah bentuknya dan biasanya di letakkan di depan kata benda atau padanan kata benda lainnya (objek) yang bertujuan untuk menunjukkan hubungannya tertentu dengan kata-kata lain dalam kalimat.
Di bawah ini adalah contoh Kata Depan (Preposition)
above, about, across, against, along, among, around, at, before, behind, below, beneath, beside, between, beyond, by, down, during, except, for, from, in, inside, into, like, near, of, off, on, since, to, toward, through, under, until, up, upon, with, within.
Contoh:
- It is a container for butter.
(Preposition "for" menunjukkan hubungan antara "butter" dan "container".) - The eagle soared above the clouds.
BENTUK PREPOSITION
Bentuk-bentuk Kata Depan adalah sebagai berikut:
1. Simple Preposition (Kata Depan Tunggal)
- after, at, by, for, from, of, over, on, in, through, to, off, till, under, up, with, dsb
2. Double Preposition (Kata Depan Ganda)
- into, onto, from under, from among, from off, from within, over against, dsb
3. Compund Preposition (Kata Depan Majemuk)
- across (on cross), along (on long), behind (by hind), about (on by out), above (on by up), before (by fore), beneath (by neath), beside (by side), between (by twain), beyond (by yonder), but (by out except), within (with in), without (with out), dsb
4. Participal Preposition (Kata Depan Partisif)
- pending, during, notwithstanding, past, except, considering, concerning, regarding, dsb
5. Prepositional Phrase (Frase Kata Depan)
- because of, by means of, in behalf of, in front of, in view of, by reason of, with respect to, with regard to, aith relation to, on behalf of, in spite of, dsb.
6. Disguised Preposition (Kata Depan Tersembunyi)
- three o'clock (three of clock)
- Jack o'lantern (Jack of the lantern)
- He has gone a-hunting (on hunting)
PREPOSITION DI AKHIR KALIMAT
Hindari meletakkan sebuah kata depan di akhir kalimat.Karena kata depan sebaiknya di depan kata benda
Contoh:
- That is a situation I have not thought of. (SALAH)
- She is a person I cannot cope with. (SALAH)
- It is behaviour I will not put up with. (SALAH)
Kalau Anda terbentur pada posisi kata depan yang menurut Anda harus diletakkan di akhir kalimat, maka pindahkan posisinya pada tempat yang tepat dan tidak merubah makna kalimat yang ingin Anda sampaikan.
Contoh:
- That is a situation of which I have not thought.
- She is a person with whom I cannot cope.
- It is behaviour up with which I will not put.
Namun cara yang terbaik adalah dengan mengganti kata agar tidak membingungkan pembaca. Tapi perlu diingat, penggantian kata tersebut tidak merubah makna dan memiliki arti yang sama dengan kata yang ingin kita gantikan. Perhatikan contoh berikut ini untuk menggantikan contoh kalimat di atas.
Contoh:
- That is a situation I have not considered.
- It is behaviour I will not tolerate.
TIPS
PILIHAN ANDA
Kesimpulannya, jika Anda tidak dapat menemukan kata pengganti yang cocok untuk menggantikan kata depan yang berada di akhir kalimat, maka Anda dapat memilihnya yaitu tetap meletakkan kata depan tersebut di akhir kalimat, atau merubah susunan kata depan tersebut. Kalimat pertama di bawah ini secara teknis tidak tepat karena kata depan berada di akhir kalimat. Namun kalimat yang kedua kedengarannya agak aneh dan dapat membingungkan pembaca.
- She is a person I cannot cope with.
- She is a person with whom I cannot cope.
Kebanyakan orang yang memahami masalah ini, mereka menggunakan kalimat yang kedua. Tapi memang lebih baik jika kita dapat menggantikan kata tersebut dengan kata yang lain yang memiliki arti yang sama dan tidak akan merubah makna kalimat tersebut, lebih baik menggantinya dengan kata lain yang lebih tepat agar lebih mudah dipahami pembaca.
APA YANG MENGIKUTI KATA DEPAN?
Kata setelah kata depan disebut sebagai "Object of the Preposition".
Contoh:
- The cat ran under the car.
(Kata "the car" adalah objek dari "under".) - Can you give this parcel to him tomorrow?
(Kata "him" adalah objek dari "to".)
Kata Depan dapat juga berada di depan kata ganti (Pronouns) selain kata benda.
Contoh:
- Can you give the parcel to him?
- I went to the cinema with them.
Namun kata "whom" merupakan objective case dari "who", dan hal ini dapat membingungkan pembaca.
Contoh:
- Andy saw the scouts, at least one of whom was armed, through the mist.
- Against whom did you protest if there was nobody present?
TIPS
WHOM SETELAH KATA DEPAN
Gunakan "whom" setelah kata depan
WHETHER SETELAH KATA DEPAN
"whether" dapat diletakkan setelah kata depan:
- A decision about whether the elections were legal is pending.
- Will you raise the question of whether we are investing in the system or withdrawing?
PENGGUNAAN KATA DEPAN SECARA LEBIH TERPERINCI
Hanya dengan Rp 50.000,- Anda akan mendapatkan penjelasan serta contoh-contoh penggunaan kata depan secara terperinci. Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan produk tersebut.
Noun
Nouns (Kata Benda) adalah segala sesuatu yang kita lihat atau dapat kita bicarakan dan yang menunjukkan orang, benda, tempat, tumbuhan, hewan, gagasan dan sebagainya.
Contoh:
- soldier - Alan - cousin - Frenchman (Nama Orang)
- rat - zebra - lion - aardvark (Nama Binatang)
- house - London - factory - shelter (Nama Tempat)
- table - frame - printer - chisel (Nama Objek)
- lead - nitrogen - water - ice (Nama untuk Substansi)
- kindness - beauty - bravery - wealth - faith (Nama Kualitas)
- rowing - cooking - barking - reading - listening (Nama Aksi)
- month - inch - day - pound - ounce (Nama Ukuran)
Kata Benda dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
- Concrete Nouns
- Abstract Nouns
Penjelasan
1. Concrete Nouns
Yaitu nama orang, tempat, atau benda dan sebagai�nya yang dapat ditangkap dengan panca indera, yakni benda-benda yang kongkret.
contoh:
- car
- house
- chair
- book
2. Abstract Nouns
Yaitu kata benda yang tak dapat diraba dengan panca indera.
Contoh:
- happiness
- sadness
- wisdom
- courage
- health
Concrete Nouns terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu:
1. Common Nouns
Yaitu kata benda yang menunjukkan jenis, kelas dari benda-benda, tempat dan sebagainya.
Contoh:
- Car
- Man
- Bridge
- Town
- Water
- Metal
- Ammonia
2. Proper Nouns
Yaitu nama orang, tempat dan sebagainya yang khusus untuk dia saja. Proper Nouns selalu diawali dengan huruf kapital.
Contoh:
- Michael
- Africa
- Peking
- Dayton Peace Accord
- United Nations
- The Tower of London
- Uncle George
("Uncle" diawali dengan huruf kapital karena kata tersebut sudah menjadi bagian dari namanya.) - My favourite auntie is Auntie Sally.
- The Red Lion
3. Collective Nouns
Berupa manusia (people), binatang (animals) dan suatu benda (things). Beberapa kata tertentu biasanya atau selalu digunakan untuk membuat collective nouns.
Contoh:
- Choir
- Team
- Jury
- Shoal
- Cabinet (of ministers)
- Regiment
Catatan:
Bila Collective Nouns dianggap sebagai satu unit dan untuk kepentingan unit tersebut maka diperlakukan sebagai kata benda tunggal (singular noun).
Contoh:
- The committee was formed to carry out the task.
(Panitia telah dibentuk untuk melaksanakan tugas itu).
Bila Collective Nouns dianggap sebagai sekumpulan para anggota, maka diperlakukan sebagai kata benda jamak (plural).
Contoh:
- The jury were enable to agree on a verdict.
(Para juri tidak bisa menyetujui tentang hukuman itu. Artinya yang mengeluarkan pendapat adalah pribadi para anggota jury itu).
Yaitu nama yang menunjukkan nama benda yang terjadi dengan sendirinya dan bukan buatan manusia.
Contoh:
- gold
- water
- fish
- iron
- blood
5. Compound Nouns
Yaitu yang merupakan gabungan dari dua kata atau lebih.
Contoh:
- Mother-in-law
- Board of members
- Court-martial
- Manservant
- Paper-clip
PERHATIAN
Berikut ini adalah beberapa kesalahan sehubungan dengan Kata Benda (Nouns):
1. Bukan Huruf Kapital
Common nouns tidak diawali dengan huruf Kapital (kecuali di awal kalimat atau merupakan bagian dari sebuah Titel).
- The corporal disobeyed a direct Order. (SALAH)
("order" adalah common noun - tidak huruf kapital) - It is the largest Church in Birmingham. (SALAH)
("church"adalah common noun - tidak huruf kapital)
2. Huruf Kapital Hanya Untuk Kata-kata yang Bersifat Dasar
Ketika sebuah nama terdiri dari "the", "of", "an" atau "in", maka ka. ta-kata tersebut tidak huruf kapital
- I must visit the Tower of London. (BENAR)
("of" bukan kata dasar - tidak huruf kapital. BUKAN: Tower Of London) - Have you seen Day of the Jackal? (BENAR)
("of" dan "the" are bukan kata dasar - tidak huruf kapital. BUKAN: Day Of The Jackal)
3. Tunggal atau Jamak?
Penulis kadangkala ragu apakah kata Collective Noun yang dipakainya berfungsi sebagai tunggal atau jamak. Nah, untuk itu, kita harus memahami betul makna kalimatnya.
- That team wins the league. (BENAR)
(yang menang adalah tim tersebut, bukan masing-masing anggota tim) - The team wear new uniform. (BENAR)
(yang memakai baju seragam adalah masing-masing anggota tim tersebut)
Perhatikan lagi catatan Collective Nouns di atas
Membentuk Jamak dari Compund Nouns (Kata Benda Jamak)
Untuk membentuk Jamak dari Kata Benda Majemuk, maka jamakkan saja kata dasar dari kata benda majemuk tersebut. Kalau kata benda majemuk terseubt membingungkan, maka tambahkan "s" atau "es" di akhir kata benda majemuk tersebut.
- Mothers-in-law
- Paper-clips
- Forget-me-nots
Kata seperti "spoonful", "plateful" dan "cupful" beda dengan peraturan di atas. Kata-kata tersebut tinggal ditambahkan "s" pada akhir kata tersebut, walaupun kata dasarnya adalah "spoon", "plate" dan "cup".
Interjection
Contoh:
- Hey! Get off that floor!
- Oh, that is a surprise.
- Good! Now we can move on.
- Jeepers, that was close.adaa
Contoh:
- Indeed, this is not the first time the stand has collapsed.
- Yes, I do intend to honour the bet.
Contoh:
- Phew! I am not trying that again.
- Humph! I knew that last week.
- Mmmm, my compliments to the chef.
Tanda Baca
Interjection dapat diikuti oleh koma atau tanda seru. Koma digunakan untuk menunjukkan seruan yang ringan atau lembut, sedangkan tanda seru digunakan untuk menyatakan seruan yang lebih kuat seperti terkejut, emosi, marah, atau perasaan yang lebih mendalam lainnya.
- Hurry! The bus is about to leave!
- Jeepers! That is the largest beetle I have ever seen.
- No, I'm not going tomorrow night.
- Well, the larva moves more quickly than you would expect.
- Absolutely, a fifth of them do not count.
a. Noun-Infinitive
- To suppose that he could be pardoned! (Siapa yang sangka kalau dia masih bisa diampuni!)
- To think that he should have died! (Siapa kira dia telah mati akhirnya!)
- Would that I were rich! (Andainya lah kalau saya ini orang kaya)
- Would that he were still alive.
- Hear! Hear!
- Shut up! shut up!
- Poor thing!
- Terrible news!
- Fool!
- What an idea!
- What a shame!
- Strange!
- Shocking!
- How beautiful!
- How beautiful she is!
- If we had only known!
- If I could only see her once more!
- hurray! = hore!
- Alas! = Aduh! Sayang!
- Bravo! = bagus sekali!
- Hush! = Diam!
- Bosh! = Omong kosong!
- Ah! = Aduh!
- Dammit! = Persetan!
- Dear me! = Astaga!
- For heaven's sake! = Ya Alla!
- Good heavens! = Masya Allah!
- Good Lord! = Astaga!
- Farewell! = Selamat Jalan!
- Well done! = Bagus sekali!
- Thank goodness! = Syukurlah!
- Thank God! = Alhamdulillah!
Kalimat Seru Dalam Surat Resmi
Jangan gunakan kalimat seru seperti contoh di atas dalam surat resmi.
